<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1925">
 <titleInfo>
  <title>Skripsi:</title>
  <subTitle>PENGARUH KEBIASAAN MENONTON TELEVISI TERHADAP TIMBULNYA
GEJALA PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN PADA SISWA SMP NEGERI 30
BULUKUMBA</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANDI NURLAELY HAMID</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Kedokteran UNISMUH Makassar</placeTerm>
  </place>
  <publisher>Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar</publisher>
  <dateIssued>2015</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar belakang : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan menonton televisi
terhadap timbulnya gejala penurunan tajam penglihatan. Gejala penurunan tajam penglihatan dapat
dipengaruhi oleh berbagai faktor baik secara individual maupun dari media elektronik yang digunakan.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Sub populasi adalh siswa SMP N 30
Bulukumba. Data yang diambil adalah data primer yaitu peneliti memberikan kuesioner kepada
responden dan hasil pemeriksaan visus responden. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-square
Hasil : Dari penelitian ini didapatkan 92 sampel dimana 71 orang yang mengalami gejala penurunan
tajam penglihatan dan 74 orang yang hasil pemeriksaan visusnya menurun. Dari 92 sampel yang
diperoleh, 63 orang yang menonton televisi lebih dari 3 kali sehari, 76 orang yang menonton televisi lebih
dari 2 jam dalam sehari dan 69 orang yang mmenonton televisi kurang dari 5 kali diagonal televisi. Dan
berdasarkan analisis data didapatkan semua variabel memiliki hubungan yang bermakna, yaitu frekuensi
menonton televisi, waktu ( lamanya ) menonton televisi dan jarak menonton televisi dengan nilai P dan
OR yaitu :frekuensi menonton televisi dengan timbulnya gejala penurunan tajam penglihatan P : 0,000.
OR : 57,9 waktu ( lamanya ) menonton televisi dengan timbulnya gejala penurunan tajam penglihatan
Kesimpulan : terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi menonton televisi, waktu ( lamanya )
menonton televisi dan jarak menonton televisi dengan timbulnya gejala penurunan tajam penglihatan.
Kata kunci : kebiasaan menonton televisi dan gejala penurunan tajam penglihatan</note>
 <subject authority="">
  <topic>penurunan tajam penglihatan</topic>
 </subject>
 <classification>610.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.2 AND p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">10542026711</numerationAndChronology>
    <sublocation>FK Library (R 41-45)</sublocation>
    <shelfLocator>610.2 AND p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="181" url="" path="/JURNAL PENELITIAN.pdf" mimetype="application/pdf">Download</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>IMG_20190821_095106.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1925</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-09 09:33:01</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-18 10:58:03</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>