<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1776">
 <titleInfo>
  <title>Skripsi:</title>
  <subTitle>Pengaruh Intensitas Pencahayaan terhadap Kejadian Miopia pada Tenaga Kerja dibagian Bengkel Mesin PT. Semen Tonasa Tahun 2013</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evi Elvira Latif</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
  </place>
  <publisher>Kedoktera Unismuh  Makassar</publisher>
  <dateIssued>2014</dateIssued>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>102 hlm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang : Miopia merupakan salah satu gangguan mata yang mempunyai prevalensi yang tinggi. Kejadian miopia semakin lama semakin meningkat dan diestimasikan bahwa separuh dari penduduk dunia menderita miopia pada tahun 2020 (WHO, 2008). Prevalensi miopia di Amerika Serikat dan Eropa adalah kira-kira 30-40% daripada jumlah penduduk dan penderita miopia di Asia mencapai kira-kira 70% dari pada jumlah penduduk (Walling, 2002). Di Sumatera, prevalensi miopia mencapai 26,1%. Iluminasi atau tingkat penerangan juga dianggap sebagai faktor lingkungan yang mempengaruhi timbulnya miopia. Gangguan penerangan dapat menimbulkan gangguan akomodasi mata, kontraksi otot siliar secara terus-menerus akan menimbulkan kelelahan mata dan pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan refraksi mata yaitu miopia.
Tujuan : Untuk Mengetahui Apakah ada Pengaruh Intensitas Pencahayaan terhadap Kejadian Miopia pada tenaga kerja di bagian Bengkel Mesin PT. Semen Tonasa
Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner dan pengukuran langsung pada 75 orang tenaga kerja di bagian Bengkel Mesin PT. Semen Tonasa.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, setelah dilakukan uji statistik dengan metode chi square melalui program SPSS 16 for windows, didapatkan hubungan yang signifikan antara intensitas pencahayaan dengan kejadian miopia, nilai p 0,002 (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>Tenaga Kerja</topic>
 </subject>
 <classification>610.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.6 EVI p</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">100542 0196 10</numerationAndChronology>
    <sublocation>FK Library (R 41-45)</sublocation>
    <shelfLocator>610.6 EVI p</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals>
  <slims:digital_item id="6" url="" path="/ABSTRAK INDONESIA.pdf" mimetype="application/pdf">Download</slims:digital_item>
 </slims:digitals>
 <slims:image>IMG_20190821_095106.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1776</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2019-08-01 07:34:27</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-06-30 10:10:17</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>